Iftitah
Saat ini, sejarah manusia modern memasuki era baru—revolusi 4.0—suatu era yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang.
Di antara tantangannya adalah hadirnya internet dalam segala hal, komunikasi serba digital, dan tidak terhindarkannya interaksi dalam komunitas manusia sejagad dalam global village. Peluang yang terbuka pun semakin luas, terutama dengan tersedianya informasi dan data yang nyaris tidak terbatas, yang dapat diakses (accessible) oleh siapa pun dan kapan pun, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hal ini membuka kesempatan bagi setiap orang untuk memanfaatkannya demi kelangsungan dan kesuksesan hidup.
Dalam era digital ini, kompetensi wajib yang harus dimiliki meliputi kemampuan mengorganisasi, koordinasi, kerja sama, fleksibilitas dan kreativitas berpikir, kecerdasan emosi, kecepatan membuat keputusan, dan service orientation. Namun di balik kecanggihan kompetensi tersebut, karakter moral—seperti iman dan takwa, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab—tetap menjadi kebutuhan abadi umat manusia yang tidak tergantikan.
Pendidikan merupakan bidang yang paling bertanggung jawab dalam membentuk kompetensi manusia tersebut. Kehadiran lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan yang tengah berlangsung menjadi sebuah keharusan. Pendirian Pondok Pesantren Muhammadiyah Qursains di Kabupaten Wonogiri merupakan bentuk inovasi Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kab. Wonogiri dalam menyikapi hadirnya revolusi 4.0 dengan segala peluang dan tantangannya.
Pondok Pesantren Muhammadiyah Green School Wonogiri kini bertransformasi menjadi Pondok Pesantren Muhammadiyah Qursains. Konsep Green School tidak dihilangkan, tapi dimanifestasikan menjadi gaya hidup keseharian para santri.
Masukkan putra-putri/saudara anda di PONPES Muhammadiyah Qursains.
- Berbasis Al Quran dan Sains
- Pendidikan yang berwawasan lingkungan.
- Pembekalan kompetensi, life skill abad 21.
