Green Living
Green living/gaya hidup berkelanjutan yang diterapkan di PONPES Muhammadiyah Qursains merupakan pola hidup yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, memenuhi kebutuhan hidup, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan khususnya lingkungan ponpes dengan penerapan secara bertahap.
Program Green Living
Sosialisasi mengenai green living, sebelum menerapkan gaya hidup berkelanjutan perlu penyamaan sudut pandang dengan seluruh warga ponpes. Adapun materi yang perlu disosialisasikan meliputi,
Sosialisasi Tahap Pertama
- Pengertian, dan dampak terhadap lingkungan.
- Macam-macam sampah berdasarkan jenisnya, praktek pemilahan sampah, dan pengelolaan sampah sederhana.
- Penerapan reduce dalam kehidupan sehari-hari (pentingnya penggunaan tumblr dan wadah makanan).
- Penerapan hemat air dan listrik .
Sosialisasi Tahap Kedua
- Bahaya penggunaan detergen, sabun, dan shampo non SLS.
- Penggunaan pembalut kain bagi akhwat.
Pemilahan Sampah
Pemilahan sampah organik dan anorganik terbagi sebagai berikut:
- Plastik jajan makanan
- Plastik kresek
- Botol air mineral
- Tetrapak
- Botol kaca
- Stick es krim, lidi, tusuk gigi dan sejenisnya
- Mika plastik
- Sterofoam
- Kertas
- Kardus
- Sedotan plastik, sendok plastik, garpu plastik
- Botol skincare kaca
- Botol skincare plastik
- Botol skincare plastik
- Sampah organic sayur dan buah
- Sampah organic daun dan ranting kecil kering
- Sampah organic sisa makanan
- Sampah residu (dibuang ke TPS)
- Sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun)
Hari Sampah
- rekapitulasi sampah terpilah (melibatkan seluruh warga sekolah dan pondok)
- recycle (daur ulang) mendaur ulang sampah plastik jajan dan botol bekas menjadi ecobrick dll.
- mengompos dan panen kompos sampah organic
Hemat Air dan Listrik
- Penertiban mematikan kran air dan saklar lampu setelah digunakan.
- Memberi sticker atau peringatan hemat air dan listrik di sekitar kran air dan saklar lampu.
Masukkan putra-putri/saudara anda di PONPES Muhammadiyah Qursains.
- Berbasis Al Quran dan Sains
- Pendidikan yang berwawasan lingkungan.
- Pembekalan kompetensi, life skill abad 21.
